Friday , December 15 2017
Home / Berita / Nasional / Dugaan Suap Patrialis Akbar, KPK Periksa 2 Hakim MK

Dugaan Suap Patrialis Akbar, KPK Periksa 2 Hakim MK

Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua hakim Mahkamah Konstitusi terkait dengan dugaan suap permohonan uji materiil perkara di Mahkamah Konstitusi hari ini, Senin, 13 Februari 2017. Kedua hakim itu adalah I Dewa Gede Palguna dan Manahan Sitompul.

“Diperiksa sebagai saksi untuk PAK (Patrialis Akbar),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Senin, 13 Februari 2017.

Selain dua hakim MK, hari ini penyidik antirasuah juga memeriksa satu pihak swasta, yakni Pina Tamim. Sama seperti yang lain, Pina juga diperiksa sebagai saksi untuk Patrialis. Perkara ini bermula dari masuknya gugatan uji materiil terhadap Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 yang diajukan oleh Teguh Boediyana, pengusaha daging sapi lokal. Uji materiil itu diajukan karena undang-undang tersebut dianggap merugikan pengusaha daging sapi lokal.

Namun, gugatan yang diajukan sejak 2015 itu tak kunjung diputuskan oleh majelis hakim Mahkamah. Belakangan, KPK mengendus adanya kecurangan agar gugatan itu dimenangkan. Seorang pengusaha daging impor, Basuki Hariman, diduga menyuap salah satu hakim Mahkamah, Patrialis Akbar, untuk mengabulkan sebagian gugatan itu.

Komitmen fee yang dijanjikan Basuki kepada Patrialis diduga sebesar Sin$ 200 ribu. Namun, sebelum ada janji itu, Basuki diduga telah memberikan uang sebesar US$ 30 ribu dolar yang diserahkan melalui teman dekat Patrialis, Kamaludin.

Basuki menjelaskan, Kamaludin menjanjikan bahwa uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 itu bisa dimenangkan. “Ini perkara bisa menang, padahal saya tahu kalau Pak Patrialis yang berjuang apa adanya. Saya percaya Pak Patrialis ini enggak seperti yang diduga hari ini terima uang dari saya,” ucapnya setelah diperiksa KPK akhir Januari 2017.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat tersangka. Mereka adalah Patrialis Akbar, Basuki Hariman dan sekretarisnya Ng Fenny, serta Kamaludin. Penangkapan Patrialis yang sebelumnya merupakan politikus Partai Amanat Nasional dan mantan anggota DPR mendapat reaksi dari koleganya di Senayan.

Adapun Patrialis Akbar, mengaku tidak pernah menerima suap serupiah pun dari pengusaha impor daging Basuki Hariman. “Demi Allah. Saya betul-betul dizalimi. Nanti kalian bisa tanya Pak Basuki. Bicara uang saja tidak pernah,” kata Patrialis.

Patrialis meminta kepada jajaran pejabat Mahkamah Konstitusi agar tidak terlalu mengkhawatirkannya. “Sekarang, saya dijadikan tersangka. Bagi saya, ini adalah ujian yang sangat berat,” kata Patrialis setelah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat dini hari, 27 Januari 2017.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Check Also

pendidikan

PENDIDIKAN SOCRATES ATAU CONFUSIAN PADA MODEL PENDIDIKAN KITA

Kebudayaan dunia saat ini secara garis besar bisa kita bagi dua, yaitu Barat dan Timur. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *